Cara Membedakan Kucing Jantan atau Betina
Halo, Sobat Neko! Kamu ingin memberi nama untuk kucing peliharaanmu, tapi bingung dengan jenis kelaminnya. Atau saat melihat kucing liar, kamu penasaran dengan alasan dari tingkah lakunya? Jika jawabannya iya, yuk simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui cara membedakan kucing kamu termasuk jantan atau betina!
-
Alat Kelamin
Bagi orang awam, membedakan kucing jantan dan betina lewat perilaku dan bentuk tubuh tentulah sulit. Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan memeriksa jenis kelamin kucing yang terletak di bawah ekornya secara langsung. Saat memeriksa alat kelamin kucing, ada trik tersendiri yang dapat dilakukan agar kucing mau menurut padamu.
Ketika Sobat Neko akan memeriksa jenis kelamin kucing, hindari menyentuh atau mengangkat langsung ekor kucing sebab kucing bisa marah. Sebaiknya dekati kucing secara perlahan, elus terlebih dahulu agar kucing terbiasa dengan keberadaan kamu dan merasa kamu bukan ancaman. Kemudian, perlahan angkat ekor kucing untuk memeriksa alat kelaminnya.
Tepat di bawah ekor kucing ada lubang yang merupakan anus. Alat kelamin kucing terletak di bawah lubang anusnya. Alat kelamin ini sendiri berbeda untuk kucing jantan dan kucing betina. Kucing jantan memiliki penis dan testis sebagai alat kelamin, sedangkan kucing betina memiliki saluran urin (vulva) yang bentuknya seperti garis vertikal.
Jarak anus dengan kelamin pada kucing betina lebih dekat dibanding pada kucing jantan. Jarak antara anus dan alat kelamin ini dapat menjadi pembeda utama dalam melihat jenis kelamin kucing apabila kucing jantan telah disteril dan tidak lagi memiliki testis. Anus kucing jantan dan saluran urinnya memiliki jarak sekitar 2.5 cm, sedangkan jarak antara anus dan vulva pada kucing betina lebih pendek, biasanya sekitar 1,3 cm.
-
Tingkah Laku
Selain alat kelamin, kucing jantan dan kucing betina juga memiliki perbedaan dalam tingkah laku. Meski dalam memperhatikan tingkah laku kucing butuh waktu yang lebih lama dibanding memeriksa jenis kelamin, hal ini tidak sulit dilakukan.
Kucing jantan yang belum disteril cenderung tidak suka dipelihara di dalam ruangan. Mereka seringkali berkelahi dengan kucing jantan lainnya dan memiliki kecenderungan untuk menyemprotkan urin, dengan maksud menandai daerah yang dijelajahinya. Bila kucing jantan telah disteril, kecenderungan untuk menjelajah dan berkelahi ini akan sangat berkurang.
Kucing jantan yang tidak disteril cenderung lebih agresif dibandingkan kucing betina serta memiliki ukuran kepala yang lebih besar. Sedangkan kucing betina yang belum disteril akan cenderung sering mengeong dan mengusir betina lain dari wilayahnya. Selain itu, seringkali kucing betina menjadi lebih manja atau ingin dielus. Setelah disteril, kucing betina akan berhenti birahinya dan tidak lagi mengeong keras.
-
Warna
Selain kedua poin di atas, membedakan kucing jantan dan betina dapat dilakukan dengan melihat warnanya. Khususnya pada kucing kembang telon atau kucing calico. Pada kucing calico yang biasanya merupakan kucing keturunan campuran, lebih dari 90% jenis kelamin kucing ini adalah betina. Kucing calico sendiri dapat diidentifikasi dari warnanya yang merupakan campuran dari hitam, putih, dan oranye.
Meskipun begitu, ada juga pengecualian, biasa disebut Sindrom Klinefelter pada kucing, dimana kucing calico memiliki jenis kelamin jantan. Kucing calico jantan dapat lahir diakibatkan oleh anomali yang terjadi secara genetik dan biasanya lahir dalam keadaan steril. Sindrom ini jarang terjadi sehingga termasuk langka.
Jenis Kelamin pada Anak Kucing
Ketiga poin di atas merupakan cara utama membedakan jenis kelamin kucing. Nah, cara tersebut mudah dilakukan apabila kucing yang diperiksa adalah kucing yang sudah dewasa. Bagaimana caranya apabila kucing yang akan diperiksa merupakan kucing yang baru lahir alias anak kucing?
Untuk anak kucing, yang pertama harus dilakukan adalah memastikan bahwa anak kucing merasa nyaman dan tidak kedinginan. Hal ini sangat penting diperhatikan karena anak kucing cukup rentan terhadap suhu dingin. Kemudian, periksalah alat kelamin anak kucing dengan cara mengangkat lembut ekornya. Bisa juga dicoba cara yang membuat anak kucing mengangkat ekornya sendiri yaitu dengan mengusap bagian tubuhnya dimana punggung bertemu dengan ekor anak kucing tersebut.
Anak kucing seharusnya mempunyai dua lubang di bawah ekornya. Lubang bagian atas adalah anus, sementara lubang bagian bagian bawah adalah alat kelamin jantan atau betina. Periksalah bentuk dari lubang bagian bawah tersebut. Akan lebih mudah juga membedakan anak kucing jantan dan betina dengan membandingkannya secara langsung.
Lubang alat kelamin anak kucing betina akan tampak seperti irisan vertikal. Bersama dengan lubang anusnya, alat kelamin anak kucing betina akan tampak menyerupai huruf “i”. Lubang alat kelamin anak kucing jantan akan tampak seperti lubang kecil. Bersama dengan anusnya, alat kelamin anak kucing jantan akan tampak seperti tanda (:).

Membedakan jenis kelamin anak kucing juga dapat dilakukan dengan cara memeriksa jarak di antara kedua lubang. Jarak antara lubang anus dan kelamin pada anak kucing betina lebih pendek dibandingkan dengan anak kucing jantan. Lubang kelamin anak kucing betina terletak lebih tinggi dan lebih dekat dengan anus, sedangkan lubang kelamin anak kucing jantan letaknya jauh di bawah anus.
Nah itulah cara-cara membedakan jenis kelamin kucing dan anak kucing. Selamat mencoba Sobat Neko, dan pastikan kucing yang diperiksa tidak sedang marah ya!
Referensi:
https://www.wikihow.com/Determine-the-Sex-of-a-Cat
https://fanicat.com/cara-membedakan-kucing-jantan-dan-betina/
https://id.wikihow.com/Menentukan-Jenis-Kelamin-Kucing
https://id.wikihow.com/Menentukan-Jenis-Kelamin-Anak-Kucing
https://petpintar.com/kucing/cara-membedakan-kucing-jantan-betina
https://www.thesprucepets.com/are-calico-cats-always-female-3384568