Diet dan Jenis-Jenis Makanan untuk Kucing Peliharaan
Penerapan diet yang sesuai untuk kucing peliharaanmu dapat membuat si kucing lebih sehat dan hidup lebih lama. Sebenarnya, diet yang baik dapat disesuaikan dengan tujuan kamu seperti untuk meningkatkan, menurunkan, menjaga berat badan, atau karena kondisi kesehatan kucing tertentu. Namun, secara umum berdasarkan kebutuhan nutrisinya, kucing termasuk ke dalam hewan karnivora, yang berarti kebutuhan nutrisinya tergantung pada “animal product”. Maka, tentu saja “vegan diet” sangat tidak cocok diterapkan untuk kucing maupun hewan karnivora lainnya karena ada nutrien tertentu yang hanya bisa didapatkan dalam animal product yang tidak bisa didapatkan di sumber nutrisi lain. Jadi, dahulukan kesejahteraan kucingmu dan selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk diet terbaiknya.
Kebutuhan Gizi Kucing
Menurut Andrea Fascetti, Ph.D., VMD ahli gizi hewan dan professor di UC Davis School of Veterinary, California dibandingkan dengan mamalia lain, kucing memiliki beberapa kebutuhan nutrisi unik, “Scientific research has shown that cats have obligatory requirements for nutrients that are not essential for many other mammals,” untuk umur berapa pun kucing membutuhkan protein, lemak, mineral, vitamin dan air namun ada zat asam amino dan vitamin yang sangat spesifik yang dibutuhkan kucing. Berdasarkan National Research Council Committee on Animal Nutrition (NRC) berikut adalah nutrien yang disarankan untuk kucing:
- Protein dan asam amino: Kucing membutuhkan protein yang hanya bisa didapatkan dari zat hewani. Protein ini mengandung 10 spesifik asam amino termasuk arginine dan taurine yang dibutuhkan semua kucing namun kucing tidak dapat memproduksi asam amino ini sendiri dalam tubuhnya
- Lemak dan asam lemak: Lemak juga merupakan nutrient wajib untuk kucing. Mereka memperoleh zat ini dari lemak hewani dan menyuplai asam lemak esensial yang dibutuhkan kucing namun kucing tidak dapat memproduksi asam sendiri dalam tubuhnya. Lemak berperan sebagai pembawa atau carrier untuk vitamin fat-soluble, berperan dalam menyusun struktur sel, menjaga kesehatan kulit, serta membuat makanan terasa lebih “tasty”
- Karbohidrat dan serat: Karbohidrat seperti sereal, legumen, dan makanan dari plant-based lainnya sebenarnya tidak esensial untuk diet kucingmu, namun nutrien ini menjadi sumber energi yang digunakan oleh si kucing untuk menjaga kestabilan aktivitas sehari-hari
- Vitamin: Termasuk vitamin A, D, E, K, B1, B12, B6, riboflavin, niacin, pantothenic acid, dan folic acid. Komponen organik ini berfungsi dalam aktivitas metabolik dan sangat penting untuk diketahui bahwa beberapa vitamin tidak esensial dalam dosis kecil namun dapat menjadi racun dalam dosis besar
- Mineral: Kucing membutuhkan 12 mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, sodium, potassium, klorin, besi, zinc, magnesium, selenium, dan iodin. Perusahaan pembuat makanan kucing umumnya menambahkan campuran vitamin dan mineral dalam formula makanannya
- Air: Walaupun kucing tidak terlalu memiliki rasa haus, kucing juga memerlukan akses yang cukup ke air minum. Menurut NRC biasanya kucing meminum 2 milimeter air untuk setiap gram makanan kering yang mereka makan
Faktr Penentu Kebutuhan Gizi Kucing
Jumlah dan jenis kebutuhan nutrisi sebenarnya bisa bergantung pada beberapa faktor, seperti umur kucing (age stage), aktivitas (activity level), serta respon pada makanan tertentu atau alergi yang dimiliki oleh kucing. Jika kamu memiliki anak kucing atau kitten maka kebutuhan nutrisinya tentu lebih tinggi dibandingkan dengan kucing senior.
Selain itu, jika kucing kamu baru saja melahirkan dan sedang menyusui anak-anaknya maka makanan tinggi nutrisi dan lebih tinggi kalori sangat dibutuhkan untuk kesehatan induk dan anak kucing. Begitu juga dengan respon kucing pada zat yang terkandung pada makanan tertentu atau alergi yang dimiliki kucing. Kamu perlu mempertimbangkan pemilihan nutrisi/makanan kucing yang sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan dokter hewan.
Pada tulisan berikutnya, penulis akan membahas satu persatu mengenai diet yang dapat diterapkan pada kucing kamu.
-
Tingkat Umur (Age Stage)
Berdasarkan pdsa.org.uk, Tingkat umur pada kucing biasanya digolongkan menjadi beberapa kategori sebagai berikut:
-
-
Kucing Anakan (Kitten): 0 – 12 bulan
-
Kucing anakan (kitten) akan mulai belajar mengkonsumsi makanan padat atau solid pada umur tiga minggu. Sistem pencernaan kucing mulai menyesuaikan dengan jenis makanan baru yang masuk. Oleh karena itu, sebaiknya makanan padat direndam dengan air atau susu (bukan susu sapi) agar tekstur nya lebih lembut dan mudah diterima oleh sistem pencernaan kitten.
Berikan makanan dalam jumlah yang sedikit namun dengan intensitas yang cukup sering. Hal yang perlu diingat, berikan si kucing makanan khusus kitten karena nutrisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Kitten membutuhkan energi lebih banyak dari kucing dewasa, sekitar dua atau tiga kali lebih banyak. Maka, berikan makanan yang diperuntukkan khusus kitten hingga umur delapan bulan atau sampai satu tahun.
-
-
Kucing dewasa (Adult cat): 1 – 7 tahun
-
Kucing dewasa membutuhkan cukup makanan dengan kualitas baik untuk memenuhi kebutuhan energinya dan menjaga serta memperbaiki sel tubuhnya. Jumlah makanan yang diberikan untuk kucing dewasa tergantung pada ukuran dan energi yang dikeluarkannya. Tingkat aktivitas pada kucing sangat bervariasi. Kucing yang sebagian besar aktivitas nya dihabiskan dengan tidur (sedikit bergerak) di sekitar rumah, membutuhkan 10% kalori lebih sedikit dari seharusnya sementara kucing yang aktif (banyak bergerak/bermain) membutuhkan 20–40 % kalori lebih banyak.
Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh kucing adalah “Taurine”, yaitu asam amino penting untuk menjaga fungsi hati, pengelihatan, dan sistem reproduksi. Jenis asam amino ini hanya dapat ditemukan di produk animal-based. Selain itu, intensitas pemberian makan pada kucing juga harus diperhatikan. Biasanya pemberian makanan pada kucing dilakukan dua kali sehari dengan menggunakan metode “portion control feeding method”, yaitu dengan membagi jumlah makanan yang disarankan dari label yang ada di cat food menjadi dua bagian dengan jeda pemberian antara delapan hingga dua belas jam.
Porsi yang kamu berikan dapat menyesuaikan dengan jumlah ideal untuk daily maintenance atau konsultasikan dengan dokter hewan mengenai porsinya. Namun, ada juga metode pemberian makanan yang disebut dengan free choice feeding atau ad lib. Metode ini dilakukan dengan memberikan makanan dalam jumlah banyak untuk satu hari dalam satu waktu. Kucing dibiarkan makan di waktu yang mereka inginkan. Akan tetapi, metode ini dapat membuat over-eat yang dapat menyebabkan kegemukan.
-
-
Kucing tua/senior (Senior cat) diatas 7 tahun dan Kucing sangat tua (Geriatri cat): diatas 11 tahun
-
Dalam fase ini kucing mulai mengalami perubahan kebutuhan nutrisi karena kucing akan menghabiskan sekitar 40% hidupnya dalam fase senior. Saat memasuki umur 7 tahun, aktivitasnya akan melambat, metabolisme menurun, dan kucing menggunakan lebih sedikit energi dalam aktivitas sehari-hari. Perubahan ini dapat memengaruhi diet si kucing untuk menjaga kesehatan nya. Selain itu, kucing senior mengalami penurunan kemampuan untuk memecah lemak dan protein yang ada dalam makanan dan seringkali mengalami penurunan dalam indra perasa dan penciuman yang membuat mereka kesulitan untuk mendapat nutrisi yang cukup. Makanan untuk kucing senior seharusnya mudah untuk dicerna dan mengandung nutrisi seimbang.
Persoalan lainnya, masalah pada gigi kucing yang semakin tua yang dapat berefek ke kemampuannya untuk memakan makanan biasa. Jika kamu menyadari adanya perubahan kebiasaan makan pada kucingmu seperti menggeram saat makan, tidak mengunyah dan langsung menelan makanan, menjatuhkan makanan dan meninggalkannya di lantai, atau mungkin hal yang berefek ke penurunan berat badan, segera konsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan saran.
Saat ini dengan banyaknya pilihan makanan untuk kucing senior di pasaran membuat pemilik kucing bingung untuk memilih. Sayangnya masih ada beberapa ahli gizi atau profesional yang menyarankan untuk memberi makanan rendah protein untuk kucing senior. Karen Becker, DVM seorang ahli nutrisi kucing tidak setuju dengan diet rendah protein. Becker menjelaskan, selama bertahun-tahun dokter hewan menyarankan untuk mengurangi pemberian protein pada kucing senior/tua. Hal ini disebabkan oleh pemberian makanan komersial dengan kandungan protein buruk yang sulit untuk dicerna sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan fungsi hati kucing.
Saran untuk diet rendah protein pada kucing senior muncul karena rendah nya kualitas pada makanan kucing di pasaran. Untungnya saat ini, banyak profesional/dokter hewan yang mulai aware bahwa kucing senior sebenarnya membutuhkan protein lebih banyak dari kucing yang lebih muda. Dr Dilmar Finco, ahli gizi dan dokter hewan, menyatakan diet rendah protein telah lama diresepkan untuk kucing dengan masalah ginjal. Namun, yang ditemukan Dr Finco adalah diet rendah protein pada kucing senior justru dapat meningkatkan potensi hypoproteinemia; sebuah kondisi tidak normal yang menunjukan protein dalam tingkat yang sangat rendah.
-
Kucing Obesitas (overweight)
Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan kondisi yang normal terjadi pada kucing peliharaan. Kucing obesitas meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes, masalah fungsi hati, dan sakit pada sendi. Kegemukan terjadi saat energi yang dimasukkan atau kalori melebihi kebutuhan energi normalnya. Jika kamu tidak bisa merasakan tulang rusuk kucing tanpa menekannya maka terlalu banyak lemak pada kucing. Jika hal ini terjadi, konsultasikan dengan dokter hewan untuk menentukan kalori yang sesuai untuk keadaan kucingmu. Diet yang bisa kamu lakukan untuk kucing obesitas yaitu:
-
- Berikan makanan yang mengandung serat untuk meningkatkan frekuensi dan volume kotoran kucing
- Tingkatkan aktivitas fisik
- Jangan tempatkan kucing kamu dari ruang dimana kamu biasa makan dengan keluarga
- Kurangi pemberian snack atau camilan untuk kucing
-
Kucing Hamil
Jika kucing kamu hamil, maka kamu perlu memberikan makanan dengan protein dan kalori yang lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dapat kamu lakukan dengan memberikan makanan khusus kitten. Saat mulai mengganti makanan dari makanan untuk kucing dewasa biasa ke kitten food, lakukan secara bertahap dan tidak memberikan terlalu banyak makanan saat proses transisi ini agar tidak terjadi obesitas.
Saat umur kehamilan kucing sudah memasuki enam minggu, kucing perlu diberi makan dengan porsi kecil namun sering. Tekanan dalam dari anak kucing dalam perut membuat induk kucing kesulitan untuk makan banyak dalam satu waktu, tapi induk kucing tetap butuh makanan ekstra. Berikan makanan porsi kecil empat sampai enam kali sehari dan jangan lupa untuk tetap memberi kan akses air minum yang cukup untuk induk kucing agar tetap terhidrasi.
-
Kucing Menyusui
Setelah melahirkan kucing akan secara natural menyusui anak-anaknya. Ingat, induk kucing adalah sumber nutrisi satu-satunya untuk kitten di delapan minggu pertama. Maka, sangat penting untuk tetap menerapkan diet dengan makanan kualitas tinggi seperti saat masa kehamilan kucing. Untuk menjaga kekuatan tubuhnya saat menyusui, kucing dapat makan empat kali lebih banyak dari jumlah biasanya.
Tetap lanjutkan pemberian makanan kitten pada induk kucing selama masa menyusui sampai masa penyapihan. Kandungan kalori yang lebih tinggi dan nutrisi tambahan akan memberikan energi ekstra yang dibutuhkan untuk merawat anak-anak kucing yang aktif!
Jenis-jenis Makanan Kucing
Setelah membahas diet yang sesuai untuk kucing, kali ini penulis akan membahas tentang jenis-jenis makanan kucing. Hal ini penting karena saat ini terdapat banyak jenis pilihan makanan yang tersedia di pasaran, mulai dari makanan kering, makanan khusus kitten, makanan semi-basah, makanan untuk diet tertentu, makanan dengan nutrisi tambahan, makanan kaleng, makanan dalam kemasan kecil, hingga makanan dengan berbagai rasa tambahan. Makanan tersebut juga memiliki berbagai varian rasa, komposisi, tekstur, dan lainnya.
Namun, poin yang paling penting dalam menentukan jenis makanan yang cocok adalah dengan memahami kebutuhan dasar dari si kucing. Selain itu, kamu juga bisa mencocokkan dengan bagaimana jenis makanan tertentu dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Secara umum, jenis makanan kucing dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori :
-
Makanan Kering (Dry Food)

Jenis makanan ini adalah jenis yang paling umum dan sering kita temui. Jenis makanan kering juga merupakan salah satu alternatif jenis makanan paling murah dijual. Walau begitu, ada tantangan tersendiri dalam memberikan makanan kering yaitu dari segi rasa. Dilansir dari situs petyak.com tentang cat nutritions, makanan kering dinilai kurang “palatable” atau kurang lezat untuk kucing. Bagi kucing yang “pemilih” terhadap makanan, mereka cenderung kurang menyukai jenis makanan ini atau hanya akan makan dalam jumlah yang sekadarnya. Terlebih lagi, makanan kering memiliki reputasi sebagai yang kurang baik untuk keseimbangan kandungan nutrisi. Untungnya, saat ini sudah banyak makanan kering dengan kualitas baik dan nutrisi seimbang sehingga banyak kucing peliharaan/rumahan yang dapat hidup panjang dan sehat hanya dengan jenis makanan kering.
-
Makanan Semi-basah (Semi-moist Food)

Secara bentuk atau tampilan, jenis makanan ini tidak jauh berbeda dengan makanan kering. Namun dari segi tekstur, makanan semi-basah memiliki tekstur yang kenyal atau chewy. Jadi, dapat dikatakan jenis makanan ini adalah peralihan antara jenis makanan kering dan basah. Jenis makanan ini bisa jadi kurang diminati sebagai pilihan makanan untuk kucing peliharaan kamu dan juga kurang baik untuk kesehatan si kucing jika diberikan secara regular. Hal ini karena proses penambahan bahan aditif selama proses pembuatannya yang menjadikan jenis makanan ini kurang baik untuk kesehatan kucing.
-
Makanan Basah (Wet Food)

Makanan basah adalah salah satu jenis makanan yang umum selain jenis makanan kering. Makanan basah juga menjadi jenis makanan yang paling direkomendasikan untuk kucing. Selain karena rasanya yang dapat meningkatkan nafsu makan, untuk beberapa kondisi kesehatan kucing tertentu makanan ini sangat baik karena mengandung air, terutama untuk kucing senior yang memiliki masalah pada renal system-nya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu memutuskan untuk memberikan makanan basah pada si kucing. Pertama yaitu kebersihan tempat makan kucing anda. Saat memberikan makanan basah, sangat memungkinkan jika ada sisa dari cairan/makanan yang tertinggal. Maka pastikan kamu selalu membersihkan tempat makan si kucing secara reguler karena sisa makanan yang tertinggal dan dibiarkan tentu akan menyebabkan timbulnya bakteri.
Selain itu, karena kucing sangat menyukai jenis makanan ini, pastikan kamu mengatur pemberiannya dari segi jumlah dan waktu. Karena jika kamu membiarkan makanan ini selalu mengisi tempat makan si kucing, maka mereka akan dengan senang hati terus makan walau tidak terlalu membutuhkannya. Hal ini dapat menyebabkan kegemukan (overweight) yang mana kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan si kucing.
Dari tiga jenis makanan yang telah dijelaskan, kesehatan dan kondisi kucingmu adalah hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis makanannya. Namun, satu hal yang penting adalah pastikan jenis makanan yang kamu berikan pada kucingmu memiliki kualitas yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pastikan kamu selalu memeriksa label dan komposisi yang terkandung dalam makanan tersebut. Cara paling mudah dalam memeriksanya adalah dengan memerhatikan list pertama dalam komposisi makanan kucing karena bahan yang ada dalam list pertama adalah bahan yang paling mendominasi makanan tersebut.
Untuk masalah budget, lebih baik kamu mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk makanan berkualitas dibandingkan mengeluarkan uang untuk membayar tagihan dokter jika si kucing sakit. Tentu saja kucing yang diberikan makanan dengan nutrisi yang baik pun akan hidup lebih sehat dan bahagia. Selamat membuat kucingmu lebih sehat dan bahagia!
Referensi :
https://www.floridawildvethospital.com/
https://www.thesprucepets.com/