Penyakit yang Dapat Menyerang Kucing
Bermain bersama kucing merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengurangi stres dan meningkatkan emosi positif. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Patricia Pendry, salah satu profesor di Departement of Human Development, Washington State University. Bermain bersama kucing memang sangat menyenangkan, apalagi kucing termasuk hewan yang aktif dan suka bermain. Tapi jika suatu hari Sobat Neko menemukan kucing peliharaan kamu tidak begitu aktif ataupun menunjukan tanda-tanda yang tidak biasa, kemungkinan kucing Sobat Neko sedang sakit.
Terdapat beberapa penyakit yang dapat menyerang kucing, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat. Mari kita simak informasinya!
-
Cacing Jantung
Infeksi cacing yang ditularkan melalui nyamuk ini merupakan penyakit berbahaya kerena menyerang jantung dan paru-paru kucing. Adapun gejala yang dapat dilihat yaitu penurunan berat badan, batuk, muntah, kejang, pingsan, hingga akhirnya mati. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
-
Diabetes
Penyakit kelebihan karbohidrat atau diabetes acapkali menyerang kucing gemuk yang malas bergerak. Beberapa gejala yang dapat dilihat antara lain: kucing sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat, penurunan berat badan, dan muntah-muntah. Jika kucing peliharaanmu mengalami gejala tersebut, segeralah berkonsultasi pada dokter hewan untuk melakukan tes kadar glukosa dalam darah. Adapun penanganan pertama yang dapat dilakukan pada kucing yang diabetes ialah mengkonsumsi makanan berprotein tinggi ataupun makanan yang rendah karbohidrat.
-
Feline Calici Virus
Penyakit Feline Calici Virus merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulut, pencernaan, otot, dan tulang. Beberapa gejala yang dapat dilihat yaitu hilangnya nafsu makan, mata berair, hidung berlendir, luka pada lidah dan bibir, sulit bernapas, serta sakit pada sendi. Pneumonia, hepatitis, dan pendarahan juga dapat terjadi pada kasus yang berat.
Feline Calici Virus dapat ditularkan melalui lendir. Virus ini biasa mewabah pada populasi kucing yang padat, ventilasi kurang baik, kandang kurang bersih, kurang nutrisi, serta suhu yang ekstrim (terlalu panas ataupun terlalu dingin). Penanganan awal penyakit ini dapat dilakukan dengan mengisolasi kucing yang terjangkit dari kucing lainnya. Lalu bersihkan lendir pada hidung dan mata kucing secara rutin, jangan lupa berikan makanan lunak yang tidak perlu dikunyah.
-
Feline Immunodeficiency Virus
Penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV) menyerang sistem imun pada kucing. Penyakit ini dapat ditularkan dengan beberapa cara di antaranya melalui gigitan kucing yang terinfeksi, induk kepada janin dalam rahimnya, serta melalui ASI.
Kucing yang terinfeksi biasanya menunjukkan gejala pada beberapa tahun sejak pertama kali terinfeksi. Adapun gejala yang dapat dilihat meliputi penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, bulu kering, penyakit kulit, diare, dan infeksi mulut. Jika kucingmu menderita penyakit tersebut, segera isolasi kucingmu agar tidak menulari kucing lainnya.
-
Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit mematikan pada kucing. Penyakit tersebut umumnya menyerang kucing ras berbulu panjang yang berusia di atas tujuh tahun, seperti persia dan angora. Selain karena faktor usia, gagal ginjal juga dapat terjadi akibat kucing menelan zat beracun seperti pestisida, zat antibeku, dan obat ibuprofen.
Adapun gejala yang dapat dilihat yaitu bulu kering, penurunan berat badan, bau mulut, mengeluarkan air liur, sering haus, dan sering buang air besar. Jika kucing peliharaan kamu mengalami gejala tersebut, segeralah bawa ke dokter hewan untuk melakukan tes darah dan urin. Meskipun hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit ginjal pada kucing, kamu dapat mengobatinya dengan melakukan penyesuaian pola makan, pengobatan, dan terapi hidrasi kucing (diuresis).
-
Hipertiroid
Penyakit hipertiroid disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan dan menyebabkan laju metabolisme tubuh kucing meningkat. Hal tersebut berbahaya karena memberikan tekanan pada ginjal, jantung, hati, dan organ vital lain. Beberapa gejala yang dapat dilihat yaitu bulu kering, muntah, diare, frekuensi buang air kecil meningkat, sering haus, perubahan nafsu makan, dan penyakit jantung. Segeralah periksa kesehatan kucingmu ke dokter hewan jika kucingmu mengalami salah satu gejala tersebut.
-
Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Penyakit Feline Rhinotracheitis merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan atas. Penyakit ini sangat berisiko menular pada kucing dengan kekebalan tubuh yang buruk maupun induk kucing yang sedang hamil. Adapun gejala yang dapat dilihat yaitu bersin yang tidak terkontrol, keluarnya lendir bening atau hijau dari hidung, hilangnya kemampuan dalam mencium bau, mata mengeluarkan kotoran, radang mata, sering memejamkan mata, demam, lemas, hingga keguguran. Namun, gejala yang muncul dapat membaik dalam 7-10 hari jika kekebalan tubuh, nutrisi, dan cairan tubuh kucing tetap terjaga.
-
Leukimia
Penyakit Feline Leukimia Virus disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai bentuk kanker dan penyakit lain yang terkait. Biasanya kucing yang terinfeksi hanya dapat bertahan hidup kurang dari setahun. Adapun penularannya dapat melalui air liur, urin, feses, dan plasenta induknya.
Kucing yang terinfeksi memperlihatkan gejala berupa kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, demam, kejang, anemia, diare, sakit kuning, pembengkakan pada kelenjar getah bening, serta infeksi pada kulit, kandung kemih, dan saluran pernapasan. Meskipun belum ada obat untuk penyakit Leukimia pada kucing, kamu dapat mencegah kucingmu terkena penyakit tersebut dengan pemberian vaksin.
-
Panleukopenia
Feline Panleukopenia Virus (FPV) merupakan salah satu virus mematikan untuk kucing. Virus tersebut dapat tersebar melalui feses, sekresi, muntahan, dan bisa juga terbawa di pakaian dan alas kaki. Adapun gejala yang dapat dilihat meliputi demam, lemah, dan tidak mau makan. Biasanya, setelah 1-2 hari terkena demam, kucing akan muntah dan mengalami diare yang disertai darah. Pada anak kucing, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian mendadak tanpa gejala.
-
Penyakit Mata
Chlamydophilosis merupakan penyakit mata yang umumnya menyerang kucing berusia 5-12 minggu. Beberapa gejala yang dapat dilihat berupa demam, hidung berair, sering bersin, hilang nafsu makan, dan mata meradang. Infeksi mata tersebut dapat menular kepada kucing lain melalui lendir matanya jika tidak segera diobati. Waktu pengobatannya pun terbilang lama, sekitar 3-4 minggu. Jika sudah sangat parah, perlu dilakukan operasi untuk mengangkat bola matanya (enukleasi).
-
Rabies
Rabies pada kucing merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya, karena tidak hanya menginfeksi kucing, penyakit tersebut juga dapat ditularkan ke manusia. Penyakit tersebut tertularkan pada kucing melalui gigitan hewan liar yang telah terinfeksi. Fatalnya, penyakit tersebut menyerang sistem saraf dan otak kucing.
Kucing yang terkena rabies biasanya mengalami demam, penurunan berat badan, mengeluarkan air liur, hiperaktif, agresif, dan kejang otot. Tidak ada pengobatan untuk menanggulangi rabies pada kucing. Akan tetapi, kamu dapat melakukan pencegahan dengan memberikan vaksin dan menjaga kucing peliharannmu tetap di dalam rumah untuk menghindari kontak dengan hewan yang telah terinfeksi.
-
Radang Selaput Rongga Perut dan Dada
Penyakit Feline Infectious Peritonitis merupakan penyakit radang selaput rongga perut dan dada. Penyakit ini dapat ditularkan melalui air liur, feses, dan plasenta induknya. Tingkat keganasannya tergantung pada sistem kekebalan tubuh kucing yang terjangkit. Adapun gejala yang dapat dilihat antara lain penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, badan lesu, mata berair, bersin, diare, deman, dan muntah.
Terdapat dua bentuk dari virus ini, yakni bentuk basah dan kering. Virus dalam bentuk basah menyebabkan penumpukan zat di perut dan masalah pernapasan. Sedangkan, virus dalam bentuk kering menciptakan lesi inflamasi di seluruh tubuh dan memengaruhi organ dan sistem vital, seperti ginjal, hati, dan saraf.
Ternyata banyak sekali ya penyakit yang dapat menyerang sobat bulu kesayangan kamu! Maka dari itu, penting sekali untuk memperhatikan lingkungan tempat hidup serta asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kucing peliharaan kamu. Jika kucing kamu telah menunjukkan gejala penyakit, Sobat Neko harus segera membawanya ke dokter hewan agar penyakit yang diderita dapat ditangani dengan lebih cepat!
Referensi:
https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/penyakit-mematikan-pada-kucing
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3922572/5-penyakit-kucing-yang-wajib-diketahui-oleh-pecinta-kucing